Jumat, 03 Mei 2013

Naruto Shippuden !! Movie 4 Versi Teks

============================
NARUTO SHIPPUDEN MOVIE 4 VERSI TEKS
============================

Cerita berawal pada hari yang cerah di sebuah reruntuhan Kota di tengah gurun pasir ...

            Thiiiiiiinkkkk!!!!!!!!!!!!



            Sebuah boneka kayu menyerang Naruto yang tengah berada dalam misi. Dengan sigap, Narutopun menahan serangan langsung boneka musuh itu dengan Kunai yang biasa ia bawa.Namun sayang, serangan musuh begitu kuat hingga Naruto terpental. Untungnya, Naruto tak terlalu mengalami hal yang serius dan dapat dengan cepat bangkit kembali.

            Hap ...

            Kini gilirannya. Naruto dengan cepat mengambil beberapa Kunai dan kemudian menembakannnya menuju si Boneka. Si boneka yang ternyata lebih canggih dari yang Naruto duga memutar jari-jari tangannya (seperti kipas angin) hingga dapat dengan mudah mementalkan kunai-kunai yang dilempar Naruto. Tanpa jeda, si boneka mengeluarkan dua bor dari dua matanya dan kembali mencoba untuk menyarang. Narutopun mengeluarkan dua Kunai dan kembali mencoba untuk menahan serangan lawan. Dengan sekuat tenaga dalam keadaan keadaan terdesak (ada semacam tembok di belakangnya), Naruto mencoba untuk menahan dua bor tersebut.
          
            "Hah!!!?" Naruto nampak kaget setelah si boneka kembali memperlihatkan kecanggihannya. Dari perut lawan tersebut, muncul sekitar tujuh pedang tajam yang dengan cepat menusuk perut Naruto.

            Boooftt ....

            Naruto tadi hanyalah sebuah Bunshin. Boneka yang kaget menghadap kebelakang. Ia semakin kaget setelah dilihatnya seorang perempuan berambut merah jambu bersiap menghantamnya.

            Buuuuuuakkkk ...

            Lengahnya si boneka membuatnya jatuh tersungkur ke pasir.

            Hap ...

            Sakura meloncat menjauh sambil melihat sekitar. Akhirnya, Sakura menemukan sesuatu yang sejak tadi ia cari-cari, benang chakra yang mengendalikan si Boneka.

            Naruto yang hanya bisa bertarung tanpa berpikir panjang berlari sambil mengeluarkan rasengan dan kemudian menhantam tepat wajah si boneka yang baru saja tersadar hingga hancur berkeping-keping. Tetapi, serangan si boneka tak lantas berhenti sampai situ. Dari kepingan tubuh lawan, terdapat beberapa kertas peledak yang siap meledak.

            "Haaaah!!!????" Naruto tak sempat belari sampai kertaspun meledak.


          
            Boooooooooommmb!!!!!!!!!!!!!!

            Untungnya, Sakura yang mengendarai hewan lukisan karya Sai berhasil menyelamatkan Naruto dan membawanya ke hadapan Guru Yamato dan Sai.
            "Ingatlah Naruto, Menjaga pertahanan itu penting ..." Ceramah Sai ke teman satu timnya itu.
            "Saat bertarung melawan boneka, jangan hanya terfokus pada tubuhnya ..." Tambah Sakura.
            "Kau harus mencari letak benang chakranya" Lanjutnya.
            "Naruto, Kenapa kau tak menggunakan pisau chakra?" Tanya Yamato.
            "Ng??? Sepertinya Naruto belum mengerti akan fungsi Pisau Chakra yang sejak tadi ia taruh di pinggangnya. Untuk itu, Sakurapun membantu menjelaskan.
            "Kalau kau mengalirkan chakramu ke pisau Chakra dan memotong benang yang mengendalikan si boneka, maka boneka itu akan berhenti bergerak ...
Bukankah sudah kami jelaskan sebelumnya?"
            "Aku tahu hal itu ..." Ucap Naruto dengan alis yang ditekuk dan kemudian berdiri.
            "Ngomong-ngomong, kemana Mukade si Master Boneka itu?" Ucapnya bersemangat.

            Tak lama setelahnya, dari kejauhan nampak sebuah lobang besar di pasir yang mengeluarkan asap hitam. Naruto dkk pun menghampirinya.



            "Lubang apa itu?"
            "Tujuan Mukade adalah untuk mendapatkan Ryuumyaku dari reruntuhan Rouran" Jelas Yamato.
            "Ryuumyaku?"
            "Ryuumyaku adalah sumber dari chakra besar yang mengalir di bawah tanah"
            "Pada dasarnya, itu seperti sebuah chakra besar dan tak terbatas yang terkubur di dalamnya"
            Merekapun masuk ke dalam dengan mengendarai burung hasil lukisan Sai.



Flashback ke saat Hokage kelima menugaskan mereka untuk menjalankan misi ini ...

            "Yamato, bawa tim Naruto, Sakura, dan Sai ke arah reruntuhan Rouran, di Gurun Pasir Kazegakure untuk menangkap Ninja buronan, Mukade" Perintah Tsunade.

Kembali ke masa sekarang ...

            Naruto dkk yang telah sampai di lantai dasar berlari menuju sebuah ruangan besar di depan mereka.

            "Apa itu?" Tanya Naruto setelah sampai di dalam. Di sana, mereka melihat sebuah lobang besar semacam jurang yang ditengah-tengahnya terdapat sebuah tempat yang terhubung lewat jembatan.



Flashback kembali ...



            "Tujuan Mukade adalah Ryuumyaku yang tersembunyi di dalam Rouran, Ryuumyaku merupakan sumber energi yang luar biasa, yang kemudian disegel oleh Hokage keempat dengan jutsunya" Jelas Tsunade.
            "Misi kalian adalah untuk memperbaharui segel tersebut!" Lanjutnya.

Kembali ke masa sekarang.

            "Itu dia, segel Hokage keempat" Ucap Yamato sambil menatap ke tempat di tengah jurang.
            "Mukade?" Ucap Naruto kaget saat seorang lelaki mendekati segel tersebut.
            "Nampaknya  kalian terlambat ..." Ucap lelaki yang memang benar ia Mukade, berdiri di depan segel.
            "Aku akan menyerap kekuatan Ryuumyaku ke dalam teknik Boneka Masterku ...
Dengan ini, aku tak hanya akan mampu memerintah lima Negara, tetapi seluruh Dunia!"
            "Itu mustahil!" Potong Yamato.
            "Kau tak tahu bagaimana cara membatalkan segel Hokage keempat" Lanjutnya.



            "Tentu saja aku telah mengetahui hal itu" Mukade bersiap untuk melakukan aksinya.
            "Apa yang akan kau lakukan!?" Tanya Yamato.
            "Aku sendiri yang akan menyerap segel ini!" Mukade bersiap merapal jutsunya di depan segel Ryuumyaku.
            "On, Mayuragiranti, Sowaka..." Mukade menaruh kedua tangannya di segel dan kemudian merapal mantra.

            Bhwuossss!!!

            Chakra ungu muncul dengan amat derasnya dari segel hingga membuat pakaian Mukade hancur.



            "Kurang ajar!!" Naruto dengan gegabahnya berlari menghampiri Mukade. Sementara itu, segel Ryuumyaku perlahan menjalar ke tubuh Mukade bagaikan segel Orochimari yang ada di tubuh Sasuke.
            "Jangan Naruto!!" Yamato bergegas menyusul Naruto, begitupun Sakura.
            Mukade dengan tubuh yang penuh tulisan segel kemudian secara perlahan membuka pisau chakra yang menancap di segel.
            "Hentikan!!!" Teriak Naruto yang terus berlari mendekat. Tetapi sayang ia terlambat, Mkade telah mencabut pisau chakra dan chakra ungupun menyembur deras keluar dari segel.



            Chakra ungu itupun semakin besar dan terus membesar hingga membuat jembatan menjadi runtuh. Naruto yang mencoba untuk kembalipun ikut tersapu derasnya chakra tersebut.
            "Mokuton : Daijurin no Jutsu!!!" Yamato mencoba untuk menolong dengan element kayunya. Namun sayang, kekuatannya masih belum cukup dan ia malah ikut terhisap. Begitupun dengan Sakura, ia mencoba untuk menolong. Namun sebelum ia masuk ke dalam chakra Ryuumyaku, Sai yang menaiki burung ciptaannya bersasil menyelamatkan Sakura.



            "Naruto!!!!!!!" Teriak Sakura kencang hingga mengeluarkan air mata.

Naruto berada di sebuah tempat yang asing baginya, dalam keadaan pingsan. Dari ruangan tersebut, terdengar sebuah nyanyian dari seorang wanita yang membuat perlahan Naruto mulai sadar. Naruto yang telah sadar merebahkan dirinya sambil menatap ke langit-langit ruang tempat ia berada. Di sana, ia melihat cahaya yang masuk lewat lima jendela berbentuk lingkaran. Setelah puas menatap ke atas, dialihkannya pandangan menuju sekitar sambil mencari-cari sumber suara.

Sampai akhirnya, Naruto melihat seorang wanita berambut merah muda tengah bernyanyi sambil duduk di keping-keping reruntuhan.

"Hei, Di mana ini?" Tanya Naruto hingga membuat si wanita sedikit terkejut dan menghentikan lagunya. Tak mau menjawab, si wanita lantas melompat turun dan mencoba untuk kabur, berlari menuju sebuah lorong yang terbuka.
"Hei, tunggu!" Naruto mencoba untuk mengejar guna mendapat sedikit informasi tentang dimana ia berada sekarang. Naruto terlambat, si wanita telah masuk ke dalam lorong yang di dalam nya terdapat dua boneka penjaga. Merasa kalau Naruto adalah ancaman, boneka yang bertugas menjaga wanita tadi langsung menyerangnya dengan kunai. Naruto tiarap, mencoba menghindar. Ketika Kunai-kunai tadi masuk ke dalam ruangan, sebuah keanehan terjadi. Muncul sebuah chakra ungu melindungi gerbang lorong. Kunai yang dilempar boneka penjaga bagai tak memiliki tenaga saat masuk ke dalam ruangan. Serangan boneka penjagapun tak lantas berhenti sampai di sana. Kini giliran mereka berdualah yang langsung menyerang.

Namun lagi-lagi keanehan terjadi. Setelah memasuki ruangan, dua boneka itu seakan tak memiliki tenaga dan hancur berkeping-keping.
"Kenapa?" Pikir Naruto yang semakin tak mengerti keadaan.
"Hei, tunggu!!!" Teriak Naruto ketika pintu lorong tadi tertutup.
Tak ingin terkurung di tempat yang bahkan ia tak tahu dimana, Naruto mencoba untuk keluar dengan meloncat dari satu keping reruntuhan ke reruntuhan yang lain, meloncat di serpihan dinding dan terus meloncat hingga akhirnya ia berhasil keluar lewat jendela di atap.

Tak berbeda dengan di dalam, di luar Naruto tetap tak tahu sedang dimana ia berada. Ia malah semakin bingung karena tempat itu memang benar-benar asing baginya.

Sejauh mata memandang, yang dilihatnya hanyalah gedung-gedung tinggi futuristik yang sangat menakjubkan.
"Apayang sebenarnya terjadi? Tempat ini sangat menakjubkan!" Pikir Naruto.
"Tinggi sekali!" Lanjutnya.
Sementara Naruto asyik melihat pemandangan Kota, sesuatu muncul menghampirinya, tiga boneka tempur.

"Siapa mereka ini sebenarnya?" Pikir Naruto sambil menghindari serangan beruntun para boneka. Serangan Boneka amat cepat, mereka melontarkan beberapa kunai hingga membuat Naruto sedikit terdesak dan terus menghindar. Naruto yang kini telah berada cukup jauh dari lawan menatap ke arah mereka.
"Mereka, Boneka?" Pikir Naruto setelah melihat benang chakra berwarna ungu mengendalikan mereka dari belakang.
"Sialan! Pasti Mukade, dimana kau!!!?" Gumam Naruto sementara lawan terus mendekat.
"Sial! Apa yang sebenarnya terjadi!?" Naruto terus berlari menghindari pertarungan langsung dengan musuh.
"Apa!!!????" Naruto semakin kaget setelah dilihatnya tiga boneka kembali menghadangnya dari depan.

"Sebenarnya berapa banyak jumlah mereka!!??" Pikir Naruto.
"Sial!" Naruto terus menghindar, meloncat dari satu gedung ke gedung yang lain hingga ia teringat perkataan Yamato.
"Naruto, kenapa kau tak menggunakan pisau chakra?"
"Benar, Pisau Chakra!" Naruto menyiapkan pisau chakra yang sejak tadi ia taruh di pinggang untuk melawan musuhnya. Naruto mulai mnyerang. Satu boneka, dua boneka berhasil ia jatuhkan. Tetapi, empat lainnya tak semudah itu untuk dikalahkan. Mereka lebih cepat dari gerakan Naruto.
"Kurang ajar, jika mereka terus menyerang seperti ini, aku tak akan bisa menangani mereka walau dengan pisau chakra" Pikir Naruto yang berhasil dijatuhkan lawan.
DHHUAAAAAAAAARRRRRRR!!!

Salah satu dari empat boneka yang masih tersisa menembakan lasernya ke jembatan tempat Naruto tengah berada. Untungnya, Naruto masih selamat. Ia hanya terjatuh ke dalam suatu rungangan dengan kaki yang terluka.
"Datang lagi?" Pikir Naruto saat melihat empat boneka tak berhenti mengejar. Mereka kembali menyerang dengan kunai. Kali ini, Naruto tak menghindar dan mencoba untuk menahannya dengan senjata yang ia bawa. Saat itulah, tiba-tiba seorang Shinobi bertopeng ANBU menyelamatkannya.

"Bubun Baika no Jutsu!!" Satu lagi shinobi bertopeng ANBU yang nampaknya berasal dari klan Akimichi muncul dan mencoba untuk menyerang lawan dengan tangan yang ukurannya telah membesar.
"Nipon : Mushidama!" Satu lagi, shinobi bertoprng ANBU yang kini nampaknya berasal dari klan Aburame muncul dan mencoba untuk menyerang dengan serangganya. Serangga-serangga itupun sukses masuk ke dalam tubuh boneka dan perlahan menggerogotinya.

"Apa yang sebenarnya terjadi dengan boneka-boneka itu?" Tanya Naruto yang telah dibawa ke tempat yang cukup jauh oleh Shinobi yang tadi menyelamatkannya.
"Sepertinya mereka telah dikendalikan oleh Ryuumyaku" Jelas si penolong.
"Ngomong-ngomong, siapa kau ini?" Tanya Naruto.
"Kau adalah Ninja Konoha bukan?" Tanya balik Shinobi itu.
"Kami juga Ninja Konoha" Lanjutnya.
"Hmm, seperinya kau membutuhkan perawatan segera ..." Ucapnya lagi.

Sementara itu di tempat persembunyian Mukade ...

"Dia benar-benar bisa bertahan dari serangan boneka ninjaku ..." Pikirnya.

Kembali ke tempat Shinobi Konoha ...

                "Ini akan membantu ..." Shinobi yang tadi menolong Naruto memperban kaki Naruto yang terluka.
                "Ngomong-ngomong, kalian ini siapa?" Tanya Naruto.
                "Kami tak bisa menjawab pertanyaan itu"
                "Apa!? Hmm kalau begitu, kita ada di mana?" Tanya Naruto lagi.
                "Ini adalah Rouran" Jelas si penolong.
                "Hah? Itu mustahil!" Ucap Naruto yang tahu benar kalau kota Rouran, kota yang berada di tengah gurun pasir hanya tinggal puing-puing.
                "Kami tak punya waktu untuk menjelaskannya" Ucap si penolong lagi.
                "Bisakah kau pergi sementara kami akan melanjutkan misi kami?" Lanjutnya.
                "Kami mungkin bisa menjelaskannya setelah misi ini selesai" Ucapnya lagi dan kemudian bergegas pergi.
                "Lihat!, Belok kiri di pojok itu dan kau bisa pergi melalui pintu itu" Si penolong menjelaskan jalan.
                "Huh?"
                "Ini adalah janji, oke?"
                "Hei!" Naruto mencoba bangun namun shinobi-shinobi tadi terlanjur menghilang.



                "Haah, aku masih bingung walaupun ia telah menjelaskannya ...
Lalu, dimana semua orang?" Pikir Naruto dan kembali keluar. Meloncat dari satu gedung ke gedung tinggi lainnya meski dalam keadaan kaki yang sakit.
                "Ini sangat menakjubkan, apa benar ini Rouran?"
                "Heh?" Naruto sangat terkejut saat ia melihat ke kejauhan. Ia melihat gurun pasir.
                "Rouran dikelilingi oleh gurun pasir. Pada waktu itu, aku ..." Naruto teringat saat ia terhisap oleh Chakra ungu.
                "Benar! Aku harus mencari yang lain!" Ucapnya bersemangat dan bergegas pergi.
                "Hah?" Gerakannya ia tunda saat melihat letusan kembang api.
                "Ratu!"
                "Ratu!" Naruto melihat orang-orang ramai mengadakan pesta kembang api sambil meneriaki ratunya.
                "Ratu?" Pikir Naruto dan berusaha untuk semakin mendekat.



                Sementara itu dari dalam Menara, seorang wanita nampak tengah berdoa, bersiap-siap untuk menyambut rakyatnya.



                Ya, dia adalah wanita berambut merah muda yang sempat Naruto temui. sambil menatap ke sesuatu semacam altar di depannya, ia mengucapkan kata "Ibu ..." dan kemudian  teringat akan ibunya yang telah meninggal. Saat masih kecil, ia berada di pangkuan sang ibu sementara sang ibu menyanyikan sebuah Lagu yang sama dengan lagu yang dinyanyikannya saat pertama kali ia bertemu dengan Naruto.
                "Sara, suatu hari nanti kau akan menyanyikan lagu ini ...
demi kebahagiaan rakyat dan perdamaian ..." Ucap sang ibu ke wanita yang ternyata bernama Sara itu.



                Ketika Sara tengah asyik bernyanyi, seseorang muncul ...



                "Tuan Sara, apa yang sedang anda lakukan?" Tanya orang itu.
                "Orang-orang sedang menunggu untuk menyanyikan pujian mereka untuk anda" lanjut pria yang ternyata adalah Mukade itu.
                "Tolong tunjukan senyum anda kepada orang-orang yang ada di sini untuk memuji  anda dan ibu anda karena telah membangun Kota Rouran yang indah ini ...
Anda harus memimpin orang-orang sebagai pengganti ibu anda ..."
                "Baiklah, Anrokuzan" Sara mengusap air matanya dan bergegas menuju ke luar.

                Di luar, orang-orang telah ramai bersorak sorai. "Ratu ..." "Ratu Sara ..." Kata-kata itu terus saja mereka teriakan. Perlahan, sang ratupun yang telah mengenakan jubah ratunya keluar dari Menara. Sementara itu, Naruto terus mengawasi.



                "Hah? Dia, ratu?" Naruto kaget saat mengetahui kalau wanita yang pernah ia temui adalah seorang ratu.
                "Mungkin ia mengetahui sesuatu" Pikir Naruto.

Saat sang Ratu tengah menyambut rakyatnya, tiba-tiba sebuah tangan mendorongnya hingga ia terjatuh dari atas menara yang sangat tinggi itu.



                Untung saja, Naruto dengan cepat meloncat menyelamatkannya dan langsung membawa sang ratu ke tempat yang aman.



                "Pyuh ... kau aman sekarang" Ucap Naruto.

Plak Plak Plak!!!!

                Bukannya berterimakasih, sang ratu malah menampar Naruto secara bertubi-tubi.
                "Aah, lepaskan!!" Teriak sang ratu.
                "Anak kurang ajar!!" Lanjut sang ratu.
                "Apa-apaan sih? aku sudah menyelamatkanmu!!" Protes Naruto.
                "Hah? aku harus berterimakasih terlebih dahulu padamu ...
Terimakasih" Ucap sang ratu.
                "Hah, apa-apaan sih gadis ini?"

                "Apa dia orang jahat?" Pikir sang ratu ke Naruto.

                "Hei, apa benar kau seorang ratu?" Tanya Naruto.
                "Aku ratu dari Rouran ini, Sara" Jawab Sara.
                "Rouran? Ah, namaku Uzumaki Naruto! Shinobi Konoha ...
Jadi, tempat ini juga disebut Rouran? Setauku, Rouran sekarang hanya tinggal puing-pu ..."
                "Apa yang kau katakan!!!???" Potong Sara.
                "Rouran lebih berarti dibanding hidupku, ini adalah warisan dari ibuku" lanjutnya.
                "Aku benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi" Ucap Naruto.
                "Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa terjatuh dari menara itu?" Tanya Naruto.



                "Aku merasa seperti seseorang mendorongku dari belakang"
                "Hah? Apa ada seseorang yang ingin membunuhmu?"
                "Itu tidak mungkin!!" Bentak Sara.
                "Di sini tak akan ada seorangpun yang akan mencoba membunuhku! Kau sendiri melihatnya bukan? orang-orang yang datang untuk menyambutku begitu penuh dengan semangat!" Lanjutnya.
                "Tapi kau didorong dari belakang kan?" Tanya naruto lagi.
                "Itu ... mungkin hanya perasaanku saja!!"



                "Huh, kau tak menepati janjimu" Tiga Shinobi Konoha kembali muncul.
                "Aku tak punya pilihan! Dia jatuh dari Menara di depan mataku!" Ucap Naruto.
                "Tunggu dulu, siapa kalian!?" Ratu Sara mencoba untuk melindungi Naruto.
                "Jangan bilang kalau kalian juga berencana membunuhnya!?" Ucap Naruto ke para Shinobi dan kemudian menyerang dengan kunai. Namun dengan mudah, serangannya dipatahkan.

Ya, ia adalah Jiraiya, guru Minato.
                "Guru Jiraiya??"
                "Hey hey ..." Sepertinya Jiraiya ingin menunjukan sesuatu.
                "Lihat ini, aku akan mengagumkan!!" Di suatu gang, Jiraiya menunjukan sebuah Jutsu.



                "Bagaimana menurutmu? Teknik rahasia yang kau ciptakan selama tiga tahun telah ku kuasai! Mengagumkan bukan??" Ucap Jiraiya sambil membanggakan Rasengannya.
                "Mengagumkan! Seperti yang diharapkan, guru Jiraiya!" Ucap Minato.
                "Kau yang bilang lho ..."
                "Baiklah, aku akan melanjutkan kegiatanku!" Minato menghormat dan bergegas pergi.
                "Huh?"



                Jiraiya merasa dirinya tak dihiraukan.

                Hal yang tak bisa Minato tinggalkan adalah Ramen. ia kembali ke warung Teuchi guna ikut mengantri.



                Dari banyaknya yang mengantri, tampak Guru Gay, Shizune dan Asuma muda juga ikut mengantri.
                "Aku ingin makan ramen sekarang!" Ucap Shizune.
                "Keringat pak Teuchi saat membuat mie ramen, penuh semangat! Aku akan menikmatinya dengan segenap hatiku!!" Teriak Guru Gay dengan penuh semangat.
                "Tekad api mentransmisikan rasa khusus dengan baik" Lanjut Asuma.
                "Astaga, betapa mudahnya kalian terkesan hanya karena sebuah Ramen ..." Ucap Kakashi sombong.



                "Guru Minato!" Pandangan Kakashi kini terfokus ke arah gurunya yang perlahan menghampiri.
                "Ada misi ya?" Tanya Kakashi.
                "Ya, cepat bergabung dengan yang lainnya ..." Ucap Minato dan pergi.
                "Hei, bagaimana dengan Ramen pak Teuchinya?" Tanya Guru Gay.
                "Yah, aku tak sebebas kalian ..." Ucap Kakashi.
                "Anak brengsek" Umpat Shizune.
                "Benar ..." Tambah Asuma.

Ternyata, Minato ke kedai Ramen bukan untuk mencari Ramen, melainkan Mencari Kakashi.



                "Seperti yang disebutkan dalam Instruksi misi, Namikaze Minato, Akimichi Chouza, dan Aburame Shibi ...
Segeralah menuju Rouran" Perintah Hokage ketiga.
                "Aku mengerti"



                "Hokage ketiga, aku ingin menyertakan Hatake Kakashi dalam misi ini ..." Ucap Minato sambil memperlihatkan Biodata Kakashi.
                "Kau punya Rencana untuknya?" Tanya Hokage.
                "Ya. Dia masih muda, tapi sangat berbakat ..." Ucap Minato.

...........................................

                Tak lama setelahnya, merekapun berangkat menuju Rouran.



                "Itu Rouran ..." Ucap Minato setelah mereka sampai di gurun pasir tempat Rouran berada.
                "Guru Minato, apa yang harus ku lakukan?"
                "Aku punya tugas untukmu, kau akan melakukannya kan?"
                "Baik! Akan kulakukan yang terbaik!" Seru Kakashi muda.

Flashback berakhir sampai disana ...
Kembali ke tempat Naruto, Sara, Minato, Shibi, dan Chouza berada ...

"Tidak ada pilihan saat itu ..." Minato perlahan mendekati Naruto sambil membuka topengnya.
Dan bukan hanya Minato, Chouza dan Shibipun ikut membuka topeng mereka.
"Kami disini sedang dalam misi rahasia dari Konoha" Jelas Minato lagi.
"Perjalanan waktu, ini memang bukan Rouran yang pernah kau ketahui ...
Jika aku benar, kau berasal dari masa depan" Lanjutnya.
"Masa depan? Masa depan??" Naruto sedikit kaget mendengarnya.
"Ya. Aku menyuruhmu pergi agar tidak menganggu aliran waktu ...
Semua hal yang ada disini akan berubah drastis jika orang-orang dari masa depan terlibat dalam era ini ...
Kemungkinan besar, hari ini adalah dua puluh tahun sebelum waktu di eramu" Jelas Minato lagi.
"Enam tahun yang lalu, ada seorang Ninja dari masamu yang muncul ...
Secara tiba-tiba, sama sepertimu ...
Namanya adalah Mukade"
"Hah!? Orang yang kami cari juga bernama Mukade!
Aaaaahhhh!!!!!!!!
Sekarang aku bahkan lebih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi!" Teriak Naruto sambil memegangi kepalanya.

"Bisakah kau menceritakan padaku appa yang terjadi?" Tanya Minato.
"Mungkin kami bisa membantu ..." Lanjutnya.
"Kami mengejar Mukade ke Ryuumyaku .." Naruto mulai bercerita.
"Ketika kami tiba disana, ia menyerap segelnya, kemudian ..."
"Jadi kau dan Mukade datang dari masa depan dengan Ninjutsu Ruang dan Waktu ..." Potong Minato.
"Aku tidak yakin, tapi apa itu artinya aku tidak bisa kembali?" Tanya Naruto.
"Karena Mukade telah menyerap segelnya, kau harus mengalahkannya terlebih dahulu ...
Setelah itu, waktu akan kembali normal dan kemungkinan kau bisa kembali ke masamu"
"Benarkah???" Naruto sedikit lega mendengarnya.
"Tapi, jika Mukade tidak dikalahkan secepat mungkin, sejarah dan masa depan akan berubah ..."

"Aahh, aku ingat!!" Tiba-tiba saja Naruto mendekat ke Minato.
"Aku pernah melihat wajahmu di suatu tempat ..." Naruto menatap ke wajah Minato dan patung hokage terlintas di pikirannya.
"Wajah yang sama dengan Hokage keempat yang terukir di bukit Hokage!" Naruto mengatakannya.
"Itu pasti lelucon ..." Ucap Shibi.
"Hokage kita masih ketiga saat ini" Lanjutnya.
"Tapi anak ini dari masa depan kan?" Ucap Chouza.
"Sebaiknya kita berhenti membicarakan masa depan ...
Sejarah akan berubah jika kita mengetahui hal-hal yang tidak perlu ..." Ucap Minato.
"Hah?"
"Kekuatan dari Ryuumyaku tertidur di bawah Rouran ...
Jadi, Mukade pasti menggunakannya untuk membangkitkan kekuatan Kugutsunya" Jelas Minato lagi.

Mendengarnya, Naruto kemudian teringat akan kata-kata Mukade terakhir kali mereka bertemu.
"Aku akan menyerap kekuatan Ryuumyaku ke dalam Jutsu Kugutsu milikku ..
Setelah itu aku tak akan hanya mampu memerintah Lima Negara besar, tetapi juga Dunia!"

"Ya, Mukade memang mengatakan hal seperti i..."
"Diam!!" Bentak Ratu Sara.
"Sudah cukup kebohongan dari kalian semua!" Ucapnya.
"Bukan Mukade yang muncul di Kota ini enam tahun yang lalu, tetapi seorang yang hebat bernama Anrokuzan!! Sekarang ia bekerja sebagai menteri untuk kebaikan kota ini, di dalam semangat ibuku! Aku tak bisa membayangkan seorang yang cinta damai seperti dia mengembangkan senjata" Lanjunya.
"Aku takut sepertinya kau telah tertipu oleh pria itu" Ucap Minato.
"Aku tidak percaya padamu!!" Sara kekeh tidak percaya.
"Kalian bertiga bahkan lebih mencurigakan dari dia!" Ucap Sara sambil menunjuk Naruto dan kemudian ia pergi.
"Hei, mau kemana kau?" Tanya Naruto.
"Aku akan pergi dan bertanya kepadanya secara langsung!" Jawab Sara dan berlari.
"Hei tunggu! Ada seseorang yang ingin membunuhmu kan?? Kemungkinan An,Anroko .. Mukade yang melakukannya!!!" Teriak Naruto.

"Kita berpencar" Perintah Minato.
"Tugasmu adalah melindunginya ..."
"Aku bisa saja melindungi Sara, tapi aku juga harus menangkap Mukade ...
Masalahnya akan menjadi semakin rumit jika kita membiarkannya lolos sekarang" Ucap Naruto.
"Akulah yang akan mencarinya karena aku mengenal baik tempat ini ...
Selain itu, aku tidak bisa menambahkanmu ke dalam timku di tengah misi. Sebagai ninja Konoha, kau memahami hal itu bukan? Melindungi Sara juga sama pentingnya" Jelas Minato.
"Baiklah. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa meningalkan Sara sendirian" Akhirnya Naruto mengiyakan.
"Ambilah ini ..." Minato memberi Kunai dengan bentuk yang unik.
"Hah? Sepertinya aku pernah melihat benda ini sebelumnya ..."
"Ini adalah Kunai spesial buatanku ...
Dengan ini, aku bisa datang padamu dimanapun kau berada ..."
"Segel pada kunai ini ..
Jangan-jangan dia memang benar-benar ..." Sejenak Naruto berpikir dan kemudian bertanya.
"Hei, anda ini ..."
"Cepat dan pergi, kita tak boleh menyia-nyiakan waktu!"
"Aku mengerti"
"Aku mengandalkanmu untuk melindungi Sara .." Ucap Minato dan kemudian menghilang bersamaan dengan kedua temannya.

....................

Hari telah sore, kini Sara tengah berada di sebuah Lift menujuk puncak di Gedung utama.
"Naruto dan Ninja-ninja itu tak tahu apapun tentang Anrokuzan ...
Bagaimana mungkin mereka berani mengatakan hal-hal seperti itu tentang dia!?" Pikirnya.

....................

Sementara itu, Naruto meloncat dari satu gedung ke gedung yang lainnya untuk mencari keberadaan Sara.
"Kemana perginya?" Ucap naruto dan kemudian tanpa sengaja ia melihat ke arah Lift tempat Sara berada.

....................

Sara telah sampai di Lantai atas dan kini ia berjalan di sebuah gerbong di pinggir jendela.
"Akan ku buktikan kalau Anrokuzan tidak bersalah!" Pikirnya sambil terus berjalan.
Setttt ...
Ketika Sara melewati sebuah pintu, seseorang dari dalam menariknya secara paksa menuju ruangan.
Di dalam, orang-orang berkerudung ala ninja menunggu sambil membawa senjata.

"Orang-orang ini ..." Ratu Sara nampak terkejut saat melihat puluhan orang bertopeng telah bersiap dengan senjata mereka.
"Jadi, memang benar kalau ada seseorang yang ingin membunuhku?" Pikirnya.
"Apakah kau ratu Sara yang asli?" Satu dari mereka bergerak menghampiri Sara.
"Aku Ratu Sara! Jika kalian memang ingin mengambil jiwaku, cobalah untuk mengambilnya tanpa sembunyi-sembunyi!!" Tegas Sara.
"Kembalikan pada kami ..." Ucap orang tadi lagi.
"Hah, Kembalikan?" Sara tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
"Jika tidak, kami tak tahu apa yang akan kami lakukan ..." Lanjut orang tadi.
"Kembalikan! Kembalikan!!" Yang lainnya berteriak semangat meminta sesuatu yang Sara tak mengerti.
"Kami semua serius!" Ucap orang tadi lagi ke Sara.


Settsss

"Sara!! Kalian Menjauhlah dari Sara!!" Tiba-tiba Naruto masuk lewat Pintu dan bersiap dengan pisau chakranya.
"Tolong!! Selamatkan aku!!!" Satu dari kumpulan orang misterius tersebut menjerit histeris.
"Hah?" Naruto kaget dan lampupun dinyalakan.
Setelah lampu dinyalakan, merekapun membuka topeng yang sejak tadi menutupi wajah mereka. Tak disangka-sangka, ternyata mereka adalah kumpulan wanita dan anak-anak warga Rouran.
"Apa? Jadi, kalian semua ..."
"Aku Sarai ..." Orang yang tadi menjerit histeris memperkenalkan dirinya.
"Aku salah satu dari orang-orang jahat" Lanjutnya.
"Maafkan aku, namaku Masakoto ..." Ucap Wanita yang berdiri paling depan.
"Ada yang ingin kami sampaikan ke Ratu Sara ..." Ucap Sarai lagi.
"Apa? Apa yang kau ingin aku kembalikan pada kalian?" Tanya Sara

....................

Sementara itu di luar, orang-orang masih tetap berpesta pora.
Tak lama setelahnya, Naruto dan orang-orang tadi, termasuk Ratu Sara keluar lewat saluran air dan menyaksikan yang terjadi di luar.

"Sungguh Indah ..." Ucap Sara terkagum-kagum.
"Hah?" Naruto kaget.
"Parade itu ternyata lebih indah jika dilihat dari sini ..." Ucap Sara.
"Astaga ..." Ucap Naruto lagi.
"Parade ini diselenggarakan oleh Anrokuzan ...
Ini adalah parade yang dibuat untuk menghiburku dan orang-orang dari kematian ibuku yang mendadak ..." Jelas Sara.
"Aneh ..." Ujar Sarai.

"Apanya yang aneh?" Tanya Sara.
"Setiap orang membuat olok-olok dan menyebut anda putri boneka ..." Lanjut Sarai.
"Putri boneka??"
"Bodoh! Tutup mulutmu!" Bentak Masakoto.
"Maaf ..." Ucap Sarai.
"Maafkan aku yang mulia ...
Tapi, apa yang dikatakan Sarai ada benarnya juga ...
Suatu pagi, anggota keluarga mereka dibawa pergi dan dikatakan kalau itu adalah perintah Ratu Sara" Ucap Masakoto ke Sara.
"Benar begitu?" Tanya Naruto.
"Itu bohong! Aku tak pernah memberi perintah seperti itu!!" Bentak Sara.
"Itu benar! Ayah dan kakakku telah dibawa pergi" Ucap sarai.
"Ada Rumor bahwa ada senjata yang dibuat di Negeri ini untuk peperangan. Jadi, kami disini untuk memohon kepada Ratu Sara secara langsung" Lanjut Masakoto.
"Sama seperti apa yang pria bertopeng itu katakan ..." Ucap Naruto.
"Itu bohong!! Lalu, kenapa begitu banyak orang yang menyambutku dengan penuh semangat!?" Bentak Sara yang masih tak percaya.
"Tak ada seorangpun yang bahagia disini ..." Ucap Sarai.
"Apa maksudmu!?? Ada begitu banyak orang yang berbahagia!!" Bentak Sara kembali.

Sementara itu, Naruto tersadar akan sesuatu dan menyiapkan pisau chakranya.
Whusss ... Whusss ...
Naruto melemparnya dan terlihat pisau yang telah dialiri chakra itu memotong sesuatu.
Bruggh ...
Bersamaan dengan hal itu, tiga orang yang berada dalam parade terjatuh ke tanah. Kemudian, Naruto menghampirinya.

Benar seperti apa yang ia kira. ternyata orang-orang tersebut hanyalah sebuah kugutsu yang dikendalikan benang chakra. Naruto yang telah memungut kugutsu tersebut memperlihatkannya ke Sara.
Melihatnya, Sara sangat amat terkejut.
"Lihat, itu adalah kugutsu ..." Ucap Naruto.
"Mereka semua adalah kugutsu ..." Lanjutnya.

"Sara, perhatikan dengan seksama ..." Naruto memegang perut si boneka yang ia bawa. Kemudian, ia mengalirinya sebuah chakra hingga benang yang mengendalikan boneka tersebut dapat terlihat dengan jelas. Benang-benang itu ternyata membentuk suatu jaringan yang dapat mengendalikan seluruh orang-orang yang terhubung ke sebuah benda sejenis pipa di atas.

"Tali chakra keluar dari benang itu" Jelas Naruto.
"...
Kekuatan Ryuumyaku, Kekuatan Ryuumyaku mengalir dalam pipa itu!" Jelas Sara yang sepertinya mulai percaya.
"Jadi, pipa itu mengalirkan chakra ke seluruh Kugutsu ..."
"!!"
Satu lagi yang semakin membuat Sara terkejut, di menara tempat ia berada posisinya telah digantikan oleh Kugutsu yang menyerupai dirinya.

"A, Apa itu?" Tanya Sara kaget.
"Mukade juga ingin kugutsu dirimu..." Ucap Naruto.
"Tidak!! Itu semua pasti bohong kan!!?" Ternyata masih terdapat keragu-raguan setelah begitu banyak bukti dilihat oleh Sara.
"Anrokuzan tak akan melakukan hal itu!!" Lanjutnya dan kemudian ia berlari.

"Hei, Sara!!" Naruto mencoba untuk mengejar Sara yang berlari menuju desakan para kugutsu.

"Mau kemana kau!?? Tunggu!!" Teriak Naruto sambil terus mengejar.
"Sara!!" Naruto tertahan oleh banyaknya boneka hingga ia kehilangan jejak.
Tak kehabisan akal, Naruto mencari-cari Sara dari pinggir kerumunan para kugutsu.

"Kemana perginya ya?" Pikir Naruto.
Tiba-Tiba, Naruto melihat Sara dipojokan. Sara kala itu tengah menyanyi lagu yang biasa ibunya nyanyikan.

"Itu lagu yang kau nyanyikan saat pertama kita bertemu bukan?" Ucap Naruto yang perlahan menghampirinya.
"Ini adalah lagu yang biasa ibuku nyanyikan ...
Anrokuzan yang membujuk ibuku untuk menggunakan kekuatan Ryuumyaku demi rakyat. Dengan kekuatan ibuku yang bisa mengendalikan Ryuumyaku dan teknologi Anrokuzan, Rouran tumbuh menjadi kota dengan seribu menara dalam waktu yang singkat ...
Tapi, ibu meninggal ditengah memenuhi keinginannya ...
Anrokuzan adalah satu-satunya orang yang berada di sisiku ketika beliau meninggal, tidak ada orang lain" Jelas Sara.
"Aku tak punya orang tua. Tapi, aku punya seorang guru bernama Ero-Sennin. Sayangnya ia sudah meninggal ...
Tapi aku belajar banyak hal penting darinya ...
Jalan Ninja dan juga kekuatanku juga warisan dari guruku" Ucap Naruto.
"Kau juga punya sesuatu yang penting dari ibumu kan?" Lanjut Naruto bertanya.
"Ya ..." Jawab sara.
"Lalu, berpikirlah kenapa ibumu bisa sangat dihargai. Kemudian, kau juga harus tahu apa yang harus dilakukan sekarang...
Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan ...
Jangan menyerah,  apapun yang terjadi!" Ucap naruto lagi.
" ... " Sejenak Ratu Sara terdiam dan kemudian berkata :
"Pertama-tama, aku harus menemukan hal yang sebenarnya tentang kota ini!"

"Sang ratu memiliki kemampuan untuk merasakan aliran Ryuumyaku. Jika aku bisa mengkonfirmasi pipa mana yang terhubung ke Ryuumyaku, maka ..."
"Baiklah!" Seru Naruto.

....................

Tak lama setelahnya, merekapun sampai di suatu pipa raksasa.

"Pipa ini adalah titik penyebaran aliran Ryuumyaku"
"Jika kami menemukan keluarga kalian, kami pasti akan menyelamatkan mereka. Jadi, tunggulah disini bersama teman-teman kalian"
"Benarkah?"
"Aku berjanji sebagai seorang ratu!" Janji Sara ke Masakoto dan Sarai sebelum akhirnya bersama dengan Narutu masuk lewat pentilasi.

Setelah sebelumnya berhasil membuka dengan kunai sebuah penghalang kecil, merekapun sampai di sebuah ruangan yang penuh dengan uap.

"I ... Ini ..." Ratu Sara amat terkejut saat melihat pemandangan di bawahnya, orang-orang bekerja secara paksa menggerakan suatu mesin yang bekerja untuk membuat pasukan Kugutsu.

"Tentara Kugutsu ..." Ucap naruto.
"Aku tak percaya ..."
"Anrokuzan menculik warga untuk membuat tentara Kugutsu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Naruto.
"Kita harus segera menghentikannya!" Ratu sara mulai percaya.
"Naruto, bawa aku ke sana ..." Lanjut Sara sambil menunjuk ke suatu tempat.
"Cepat, tolong ..." Pintanya.
"Ryuumyaku bisa dihentikan dari sana" Jelas Sara.
"Baiklah, pegang erat-erat ..." Naruto menggendong Sara dan bersiap untuk pergi.


Hap ...

Naruto meloncat hingga sampai di bawah, sedikit lagi sebelum sampai tempat tujuan.
Di bawah, Beberapa kugutsu tengah berjaga. Namun dengan hati-hati, naruto dan Sarapun berhasil sampai.

"Ini adalah perintah dari Ratu, berhenti dan kontrol aliran Ryuumyaku ..." Sara bersiap membuka segel.
"Kyuu Kyuu Noritsuyo ..." Chakra ungu mulai muncul. Sara memejamkan matanya dan kemudian menekan chakra tersebut. Setelah itu, chakra ungu menyebar dan akhirnya menyempit.

Secara otomatis, mesin berhenti beroprasi. Uap yang sejak tadi keluar melalui pentilasi di mesin tak lagi keluar. Gerakan mesinpun berhenti.
"Sepertinya bekerja dengan baik, aku sudah benar-benar menghentikan aliran Ryuumyaku yang diarahkan ke pabrik ..." Ucap Sara ke Naruto yang menghampirinya.
"Kau hebat Sara, ayo kita keluar dari sini ..." Ajak Naruto.
"Hah?" Naruto terkejut saat tiba-tiba benang chakra mengendalikan boneka-boneka yang belum jadi itu, menggabungkan bagian-bagiannya.

"Apa yang kau lakukan disana Ratuku?" Ternyata itu semua adalah ulah Anrokuzan alias Mukade.
"Anrokuzan!!" Teriak Sara.
"Hah?" Naruto sedikit kaget.
"Jadi, dia Anrokuzan?" Tanya Naruto.
"Aku telah menghentikan aliran Ryuumyaku! Aku tak akan membiarkanmu menggunakan kekuatan itu untuk perang! Aku memerintahkanmu sebagai seorang Ratu, hentikan produksi tentara kugutsu dan cepat bebaskan orang-orang ini yang dipekerjakan secara paksa!" Tegas Sara.
"Oh, jadi kau sudah tahu ya ..." Ucap Mukade.
"Itu artinya, aku tak bisa membiarkanmu tetap hidup, sebuah boneka sudah cukup untuk menggantikanmu. Lagipula, produksi tentara sudah selesai dan aku sudah tidak membutuhkanmu untuk mengontrol Ryuumyaku ..." Lanjutnya.

"Sara, bawa orang-orang itu keluar dari sini ..." Ucap Naruto sementara ia akan menghadapi Mukade dan beberapa kugutsu yang mulai mengincar mereka.
"Pergilah, cepat ..." Lanjutnya dan Sarapun menuruti.

"Apa kau benar-benar Mukade? Kau agak gemukan ya sekarang" Ucap naruto sebelum ia bertarung.
"Kau, Ninja Konoha yang memberikan informasi yang tidak berguna ...
Sudah enam tahun sejak kita terakhir bertemu, eh?"
"Bagiku itu hanya seperti kemarin! Aku tak peduli tentang dirimu yang tumbuh gemuk! Tapi jika benar kau Mukade, maka aku tak akan mengampunimu!" Bentak Naruto.
"Mukade? Aku telah melupakan nama itu ...
Aku adalah Menteri Rouran, Tuan Anrokuzan!!" Ucap Mukade dengan wajah yang menjijikan.

"Cepat! Pergi dari sini!" Ucap Naruto sementara ia bertarung menghadapi kugutsu yang dikendalikan Mukade.
Mukade tak lantas hanya menghadapi Naruto, dengan banyaknya kugutsu yang dimilikinya, ia berniat untuk menghadapi Naruto dan sekaligus menghalangi ratu Sara.
"Sudah ku bilang kan, aku telah menyelesaikan tentara kugutsu ..." Teriak Mokade.
"Tenang Sara, aku akan membukakan jalan untukmu. Larilah sekencang-kencangnya!" Ucap Naruto.
"Baik!" Sara mengerti.
"Kage Bunshin no Jutsu!!" Naruto mengeluarkan satu bayangan, bersiap untuk menggunakan rasengan.

Hyaaaa ....

Satu persatu kugutsu tersebut berhasil dijatuhkan oleh rasengan Naruto.
"Sekarang! Lari!" Perintah Naruto setelah berhasil menjatuhkan mereka semua.
"Baik!" Seru Sara dan berlari.
"Bagaimana dengan yang ini??" Mukade menggerakan Kugutsunya. Boneka-boneka tersebut bangkit kembali dan kemudian mengkerubungi tubuh Naruto, mencoba untuk menyatu dengannya.

"Naruto!" Sara berhenti sejenak karena ia khawatir.
"Kau tak akan bisa keluar dari sana, kau tak akan mampu menggunakan atau bahkan merasakan chakramu disana ...
Itu karena kugutsu tersebut menyerap chakramu ..." Ucap Mukade.
"Hentikan, Anrokuzan!!" Perintah Sara.
"Aku harus berterimakasih padamu, Sara ..." Ucap Mukade.
"Kau telah membantuku untuk mewujudkan rencana besarku ...
Tapi, sekarang kau sudah tak berguna untukku ...
Matilah seperti ibumu!!" Lanjutnya.
"Jadi, kau yang ... kau yang membunuh ... ibuku???" Sara terkejut.
"Akhirnya kau menyadarinya ..." Ucap Mukade.
"Ibummu adalah Ratu yang licik, dia mengetahui rencanaku dan menolak untuk membantu ...
Kau adalah boneka yan hebat, sama seperti salah satu milikku ...
Tapi, aku akan menggantikanmu dengan boneka yang sesungguhnya ..." Lanjut Mukade yang kini telah sampai di lantai bawah.

"Mukade!! Akulah lawanmu!! Sara, menjauh dari sini!! Kau, kau bukanlah sebuah boneka!" Naruto masih terjepit.
Set ...
Mukade tak peduli dan ia langsung mengendalikan sebuah kunai dan mengarahkannya ke Sara. Ingin menolong, Naruto menggunakan segenap chakranya, bahkan chakra merah untuk menyelamatkan ratu Sara.

"Cha, Chakra besar macam apa ini!!!???" Mukade sangat kaget ketika melihat Naruto hendak keluar dengan chaka kyuubinya.
"Tak ada waktu untuk menangis, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan!!! Aku akan mengalahkan dia untukmu!!!" Teriak Naruto.
Set ...
Mukade menutup rapat-rapat bonekanya hingga tak ada celah.
"Apa yang bisa kau lakukan sekarang?? Kau tak akan mampu melakukan apapun!" Ucapnya bangga.
"A, Apa!!??" Mukade berubah kaget setelah Naruto berhasil menerobos bonekanya.

"Dasar bodoh!!!!" Kini gilirannya, Naruto bergerak cepat dan menghantam wajah Mukade dengan tangan.

Bruakkk!!!!

Mukade rebah dengan pipi yang hancur bekas hantaman Naruto. Sungguh di luar dugaan, tubuh Mukade telah menjadi Kugutsu. Bagian yang hancur akibat serangan Naruto perlahan kembali seperti semula.

"Aku tak terkalahkan ..." Ucap Mukade telah berubah menjadi kugutsu super yang mampu dengan cepat pulih kembali.

"Aku tak terkalahkan ..." Ucap Mukade dan kemudian bangkit kembali. Sesaat setelah ia berdiri, Mukade menggunakan benang chakra untuk membangkitkan boneka-boneka di sekitar mereka. Secara perlahan, boneka-boneka kugutsu itupun bergerak ke arah Naruto dan Sara.
"Hahaha!!" Mukade tertawa dan kemudian melakukan sesuatu yang tak terduga, ia mengubah dirinya menjadi boneka laba-laba berukuran jumbo.

"Hahaha! Lihat, inilah tubuhku yang sebenarnya ..." Klaim mukade.
"A, apa itu!?" Naruto terkejut.
Dengan sigap, Mukade mengubah ujung dua tangan depannya menjadi senjata tajam dan menebaskannya ke arah Naruto.
"Kau akan mati disini bersama Sara!!" Teriaknya dan terus menyerang. Sementara Mukade menyerang, Naruto terus menghindar sambil menunggu kesempatan. Namun sayangnya, kesempatan itu tak kunjung tiba. Mukade terus menyerang ditambah para kugutsu yang terus mendekat, Naruto dan Sara terpojokan.
"Sial ..." Ucap Naruto.

Di saat itulah, tiba-tiba saja para kugutsu yang hendak mendekati Naruto meledak satu persatu.
Apa yang terjadi? Ternyata ini ulah para Shinobi yang datang menjadi bala bantuan bagi Naruto.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya minato ke Naruto sambil membuka topengnya.

BLarrrrr!!!
BlarrRRR!!!!!
Ledakan terus saja terjadi.
"Apa ini!?" Mukade kaget.

"Kau melakukannya dengan baik ..." Ucap Minato.
Ternyata, Kakashi kecillah yang memasang kertas-kertas peledak di Boneka dan sudut-sudut ruangan dan kemudian meledakannya.

"Lindungi ratu sekarang!" Perintah Minato ke Naruto.
"Sara, cepat pergi! Bawa semua orang ke tempat yang aman!" Pinta Naruto.
"Baik!" sarapun bergegas.
"Kage Bunshin no Jutsu!!" Naruto menciptakan satu bunshin dan kemudian menyiapkan Rasengan.

"Sara, kau tak akan bisa lari dariku!!" Mukade bersikeras ke arah Sara tanpa mempedulikan Naruto. Atas kelengahannya ini, Mukade harus menerima serangan telak rasengan Naruto.
"Rasengan!!!"

Dhuarrrr ...
Mukade dengan tubuh besarnya terhempas hingga membentur tembok.

..................

Sementara itu, Sara telah sampai di tempat para warganya dipekerjakan secara paksa.
"Semuanya, ayo pergi dari sini!!" Ajak Sara.
"Disini sangat berbahaya!! Ayo, cepat buka rantai kalian!" Lanjut sara sambil membuka rantai salah satu tawanan dan kemudian diteruskan ke yang lainnya.
"Ikutlah denganku, keluarga kalian telah menunggu ..." Lanjutnya lagi sementara para warga masih terdiam tak percaya.

"Ayo, lewat sini ..."

....................

Setelah menerima serangan Naruto, Mukade masih memperlihatkan tanda-tanda kehidupam.
"Kau masih bisa bergerak?" Naruto sedikit kaget.
"Tetap waspada, kita masih belum tahu sampai sejauh mana batas kekuatannya ..."

"Apa kau pikir bisa mengalahkanku dengan cara seperti ini??" Ucap Mukade dan dengan benang chakra dari tubuhnya, ia menarik boneka-boneka di sekitarnya untuk digabung dengan tubuh Bonekanya. Dengan ini, tubuh Mukade menjadi semakin besar.
"Aku beritahu, aku ini tak terkalahkan!" Ucap Mukade.

"Sial ..." Ucap Naruto.
"Kage Bunshin no Jutsu!!" Naruto menciptakan beberapa bayangan yang masing-masing dari mereka menggenggam pisau chakra. Dengan bayangan-bayangan itu, Naruto bergegas menuju tubuh Mukade dan menyerang bagian-bagian tubuh Mukade dengan senjata yang mereka bawa.

Namun dengan mudahnya, Mukade menghempaskan tubuh-tubuh Naruto yang berada di tubuhnya.

"Chouza!!" Minato mengandalkan Chouza.
"Serahkan padaku!!
Bubun Baika no Jutsu!!" Chouza memperbesar lengannya dan kemudian menghantam tubuh Mukade.

"Sialan kau!!!" Umpat Mukade.

"Shibi!!"
"Nipon : Mushidama" Shibi mengerahkan serangga-serangganya untuk menyerang tubuh Mukade.
"Aahh!!" Mukade dikerubungi oleh serangga-serangga Shibi dan kemudian dijatuhkan hingga membentuk sebuah lubang besar di lantai.

"Apa kita berhasil mengalahkannya?" Tanya Naruto sambil melihat ke bawah.

Set ... Set ...

Ternyata ini semua belum berakhir, benang chakra berwarna ungu kembali menarik komponen-komponen boneka di sekitar untuk digabung dengan tubuh Mukade.
"Akan ku tunjukan pada kalian kekuatan tak terbatas dari kugutsu ...
Dan tubuh baruku ..." Mukade kembali berubah menjadi monster yang lebih besar, sangat besar.

..................

Sementara Sara, ia telah berhasil membawa keluar para tawanan.
"Kakak! Ayah!!" teriak senang Sarai yang telah menunggu bersama dengan yang lainnya.
"Sarai!!" Mereka telah berkumpul kembali.

"Terima kasih Ratu sara! Kau menepati janjimu!!" Teriak Sarai ke Sara.
"Semuanya! Cepat pergi! Disini berbahaya!!" Teriak Sara mengajak warganya.

Tak lama setelahnya, Tanah di belakang Sara dan yang lainnya runtuh dan si Raksasa Mukade muncul. Tubuh Mukade di mode ini sangatlah besar hingga bahkan puluhan bunshin Naruto tak mampu mencegahnya keluar dan dengan mudahnya, Mukade menghempaskan bayangan-bayangan tersebut hingga hanya Naruto asli yang masih tersisa, bergelantungan di ujung kepala sang monster.

"Sial! Aku tak akan melepaskanmu!!" Umpat Naruto.
"Naruto!" Sara berhenti cemas menatap ke arah Naruto.
"Sara, kami yang akan menangani semua ini! Bawa semua orang dan lari!!" Teriak Naruto.
"Tapi ..."
"Kau harus melindungi semuanya! Kau adalah seorang ratu!" Teriak Naruto lagi.
"Aku mengerti!" Akhirnya Sara mengiyakan.

"Ya ..." Sara menatap ke arah menara dan kemudian memikirkan suatu rencana.
"Semuanya, ikuti aku ..." Pintanya ke para warga.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya salah seorang warga.
"Ke Menara utama" Jelas Sara.
"Hah? Untuk apa?" Orang-orang kembali bertanya.
"Ayah, kakak, ayolah ..." Ajak Sarai.
"Tolong! Percayalah padaku!" Tegas sara.
"Semuanya, percayalah pada ratu!"

"Baik" Akhirnya mereka bersedia.
"Ayo, lewat sini ..." Sara menunjukan jalan dan merekapun bergegas.
Sementara itu, Mukade tak tinggal diam dan berusaha mengejar. Akan tetapi, Naruto masih terus menghalangi.
"Lawanmu adalah aku!" Ucap Naruto yang kini telah berada di ujung sebuah menara.

"Jangan ikut campur! Bajingan Konoha!!" Mukade semakin marah dan berusaha menghantam tubuh Naruto. Untungnya, Naruto jauh lebh lincah dari lawan hingga membuat dengan mudahnya ia dapat meloncat dari satu menara ke menara lainnya.

"Kenapa Mukade sangat ingin membunuh Sara?" Naruto bertanya-tanya.
"Pasti ada alasannya ..." Jawab Minato yang tiba-tiba saja telah berada di sebelah Naruto.
"Naruto, lindungi Ratu Sara sebentar lagi ..." Pinta Minato.
"Hah?"
"Ada sesuatu yang masih harus kami lakukan" Jelas Minato.
"Baik, serahkan padaku!" Naruto menyanggupinya.
"Aku mengandalkanmu!" Ucap Minato dan kemudian menghilang.
"Tentu"

"Kenapa aku mematuhinya tanpa ragu-ragu?" Pikir Naruto.
"Aaah, sudahlah, jangan memikirkannya" Narutopun kembali menuju tempat Mukade.

Sementara itu di menara utama, para warga dan Ratu Sara telah sampai. Mereka semua tampak sangat kelelahan setelah apa yang terjadi.

"Di sini kita aman, menara di sekitar menara Utama akan menjadi dinding pertahanan hingga monster itu tak akan mampu mendekat" Jelas sang Ratu. Mendengarnya, para warga nampak sedikity lega.

"Hah?" Mereka semua salah, Mukade dengan tubuh besarnya mampu dengan mudah menghancurkan menara-menara yang menjadi pelindung.

"Tidak mungkin ..." Sara amat kaget.

"Saaara ..." Mukade telah berada tak jauh dari menara utama.
"Saaara ..." Mukade kemudian mengeluarkan benang chakra dari salah satu jari tangannya yang kemudian dililitkan di tubuh, tangan, dan kaki ratu Sara. Dengan ini, Mukade dapat mengendalikan tubuh Sara. Digerakannya kedua tangan Sara untuk mencekik lehernya sendiri.
"Ratu Sara!!" Teriak sarai yang berlari hendak menolong ratunya. Sarai berusaha untuk melepaskan cekikan Sara.
"Tidak bisa bergerak!" Ucap Sarai yang tak mampu melepas kuatnya cengkraman Sara.
Buakk!!!
Mukade menggerakan tangan sara untuk menhantam tubuh Sarai hingga ia terhempas.
"Sara, kau ratu boneka yang tidak berguna ..." Ucap Mukade.
"Peranmu sudah tidak dibutuhkan lagi ...
Matilah dengan tenang ..." Lanjutnya sementara Sara terus saja mencekik dirinya sendiri.

"Hyaaaaaaaaaaa!!!" Dari kejauhan, Naruto muncul sambil menyiapkan pedangnya, meloncat dari salah satu gedung dan kemudian menebas benang chakra yang mengikat ratu Sara.
"Naruto ..." Sara terselamatkan.
"Kau bukanlah ratu boneka, Sara ..." Ucap Naruto ke sang ratu dan kemudian memberinya pisau chakra yang ia pegang..

"Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan ..." Tambah Naruto dan kemudian kembali pergi mendekat ke arah boneka Mukade. Karena ukuran lawan yang begitu besar, Naruto harus berlari menuju puncak menara terlebih dahulu dan kemudian meloncat menuju kepala Mukade. Larinya Naruto di menara ini tak semudah yang ia bayangkan. Tembakan-tembakan chakra dari mulut sang raksasa terus saja menerjangnya. Dan ketika Naruto hendak meloncat menuju Mukade, dengan cepat Mukade menghantam tubuh Naruto dengan kedua tangannya.
"Sial ..." Naruto kembali terhempas ke bawah. Namun demikian, ia kembali berusaha.

"Naruto ..." dari kejauhan, Sara hanya bisa menonton.
"Apa yang harus ku lakukan ...
Ibu ..." Sementara Naruto terus bertarung, Sara kembali teringat akan masa lalu ketika ia tengah berada di pangkuan sang ibu yang sedang menyanyikan lagu yang biasa mereka nyanyikan.
"!" Sara nampak teringat akan sesuatu.

Sementara Naruto, dengan dua bunshinnya ia menciptakan dua rasengan dan dari atas menara, mereka berdua terjun ke bawah menghantam sisi-sisi sebuah jembatan hingga roboh dan menimpa tubuh Mukade, serangan telak baginya.

"Maaf, kami terlambat ..." Minato dan teman-temannya muncul di hadapan Naruto.

 "Yaah, tak masalah ..." Ucap Naruto.

"Naruto!" Sara berteriak ke arah Naruto sambil mengarahkan pisau chakra pemberian Naruto ke tubuhnya.
Naruto dan yang lainnya sontak terkejut karena mengira Ratu Sara hendak bunuh diri. Namun ternyata, Sara memotong jubah Ratu yang ia kenakan dan hanya menyisakan pakaian dalamnya. Mungkin ia gerah dan ingin ikut berjuang tanpa dibebani pakaian ratu yang ribet.
"Aku bisa menghentikan sumber ryuumyaku dan melindungi rakyatku ..." Ucap Sara.
"Aku mengerti! Jadi itulah sebabnya Anrukuzan ingin membunuhmu ..." Ucap Naruto.
"Anrokuzan tidak dapat menahan kekuatan ryuumyaku di taman tempat kita pertama bertemu. jadi, dia tidak bisa pergi kesana!" Jelas Sara.
"Disana!"
"Sara!"
"Baik!!"
"Semuanya, ada tempat aman di dekat ryuumyaku, ayo kita kesana!" Ajak Sara ke rakyatnya.
"Disana, monster itu tak akan bisa mendekati kita!" Lanjutnya.
"Ayo kesana!" Teriak Sarai.
"Ah! Ayo semuanya, kita pergi!"
"Baik! Ayo!!"
"Ayo kesana!!"
"Ikuti ratu Sara" Lanjut warga lainnya sambil mengepalkan tangan ke atas.

"Saara .... Aku tak akan membiarkanmu hidup!" Mukade bangkit kembali.

"Cepatlah Sara!"
"Baik!" Ucap Sara ke Naruto dan kemudian mengajak rakyatnya pergi.

"Kau tak akan  men ..."
"Tunggu! Ini tugas kami ..." Chouza memotong kata-kata Naruto.
"Hah?"
"Kau, lindungilah Ratu sara.
Kita akan mendapat lebih banyak waktu jika berpencar." Lanjut Shibi.
"A,apa yang kalian bicarakan!!??" Naruto agak emosi.
"Mereka benar, ini bagian tersulit ...
Lebih baik kita membuat lebih banyak baris pertahanan ..." Ucap Minato.
"Tapi ..."

.................

"Semuanya, ayo cepat! bergegaslah ke bawah!" Sara mengajak warganya masuk ke suatu tempat.

...............

"Percayalah pada kami!" Ucap Chouza ke Naruto.
"Ayo, kita pergi ..." Minato berlari mengajak Naruto ke suatu tempat.
"Aku mengerti. Kami mengandalkan kalian!" Naruto menyusul Minato.

"Saaara!!! Aku tak akan membiarkanmu pergi ke ryuumyaku!!!" Mukade bergerak cepat menuju tempat Sara.
"Katakan itu setelah kau mengalahkan kami!!" Ucap Shibi dan bersiap dengan tekniknya.
"Apa!? Tanahnya ..." Mukade terkejut saat tiba-tiba saja tanah yang dipijaknya berubah menjadi serangga.

"Ninpo : Mushido no Shino Jutsu!" Shibi menggunakan serangga-serangganya untuk mengkerubungi besarnya tubuh Mukade.
"Kau akan berakhir disini. Seranggaku akan menghisap chakramu hingga kering ..." Lanjutnya.

"Sisanya adalah bagianmu, Chouza ..."
"Serahkan padaku!" Chouza melempar sebuah pil berwarna hitam dan kemudian menelannya. Seketika, Chouza berubah menjadi raksasa yang bahkan lebih besar dari tubuh Mukade. Dan dengan kekuatannya, ia melempar tubuh Mukade yang masih dikerubuti serangga.

Blaaaaaaaaaaarrr
Bagai petir, sebuah chakra menyambar tubuh Mukade.
"Chakranya meningkat!?" Chouza terkejut.
"Bahkan seranggaku tak mampu menghisapnya!?" Shibi juga terkejut terlebih setelah serangga-seranganya terlepas dari tubuh lawan.
"Chakra ini tak terbatas!!!" Klaim Mukade.
"Karena dia hanyalah boneka, pasti hanya bisa menyimpan chakra dalam batasan-batasan tertentu saja ..." Ucap Chouza.
"Hmm" Shibi menatap ke atas. dilihatnya sebuah gedung yang memancarkan chakra tersebut.
"Tidak, chakranya tidak terbatas ..." Ucap Shibi.
"Lihat, menara itu mengallirkan chakra padanya." Lanjut Shibi.

..................

Sementara itu, Sara dan rakyatnya, serta Naruto dan Minato yang menjaga dari belakang terus berlari ke bawah.

Dari atas, tiba-tiba beberapa seraangga Shibi mendekat ke arah Minato hingga membuatnya sejenak berhenti. Serangga-serangga itu kemudian membentuk suatu tulisan.
"Hmm, aku tahu .." Ucap Minato.
"Ada apa?" Naruto bertanya.
"Dia menyerap chakra ryuumyaku ...
Jika kita tak menyegel kekuatan tersebut, chakranya akan terus meningkat ..."
"Apa!?"
"Tapi meski begitu, dia pasti memiliki kelemahan ..."
"Apa yang?"
Percakapan ayah dan anak yang sama-sama tak tahu itu terhenti saat tiba-tiba suatu goncangan membuat bangunan di atas sedikit roboh.
Ternyata, itu adalah ulah Mukade yang telah sampai.

"Anrokuzan!!?" Sejenak Sara terhenti saat melihat kedatangan Mukade.
"Sara! Cepat bawa semua orang ke tempat yang aman!!"
"Baik! Ayo semuanya!"

"Aku tak akan membiarkanmu!" Teriak Naruto ke Mukade dan kemudian membuat sebuah bunshin, bersiap meciptakan bola rasengan.

Melihatnya, Minato tampak terkejut.

"Rasengan!!!" Naruto berlari menuju ke arah musuh dan bersiap menhantam wajahnya.
Namun hanya dengan ekornya, Mukade sukses menggagalkan serangan Naruto.
Naruto terlempar hingga membentur sebuah tembok. Tak berhenti sampai sana, Mukade kembali mencoba untuk menyerang. Untungnya, dengan cepat Minato menyelamatkan Naruto.

"Aku akan terus disini ...
Kau, pergilah dan lindungi Sara ..." Ucap Minato.
"Tapi!"
"Kita tak bisa melawannya saat ini. Aku harus mengetahui kelemahannya terlebih dahulu!" Jelas Minato.
"Aku mengerti!" Naruto bergegas pergi.

"Shuriken Kage Bunshin no Jutsu!!" Minato berlari sambil menembakan sebuah Shuriken. Dengan jutsunya, tiba-tiba saja Shuriken itu berubah menjadi ribuah dan dengan cepat dan terus menerus menghantam tubuh Mukade. Dengan ini, sebagian tubuh Mukade hancur hingga kelemagannya terlihat.

"Jadi, itu kelemahannya!" Minato melihat ke arah Mukade kecil yang berada di tengah Mukade raksasa.

Blaaaaarrrrrrr!!!!
Lagi-lagi chakra ungu menyambar tubuh Mukade dan membuatnya kembali seperti semula.
"Apa!? Dia terlalu cepat beregenerasi!" Minato kaget.
Buagggg ...
Tanpa banyak jeda kemudian Mukade menyergap tubuh Minato.

....................

Sementara di tempat Sara dan rakyatnya, mereka telah sampai di bawah. Selangkah lagi menuju tempat yang dituju.
"Taman berada di luar tangga ini! kekuatan ryuumyaku tak akan bisa mencapai tempat itu!"
"Dia datang! Cpat sara!!" Teriak Naruto.
"Baik!" Sara bergegas menuju pintu gerbang menuju taman.
"Ti, tidak mungkin ...
"Ada apa!?"
"Mekanisme dalam pintu pasti telah rusak saat menara runtuh!" Pintu terkunci dan Sara tak bisa membukanya.
"Hah!? Pintu itu rusak!??"
"Apa yang harus kita lakukan!?"
"Apakah masih ada tempat lain yang bisa kita gunakan untuk berlindung!?" Para warga bertanya-tanya.

Sementara Sara masih sibuk mencari cara, Naruto berusaha menahan Mukade dengan rasengan. Tetapi, serangannya selalu gagal. Mukade terus pada tujuannya, yaitu ke tempat Sara berada.

"Kage Bunshin no Jutsu!" Naruto kembali bangkit dan terus berusaha. Kali ini dengan teknik bayangannya, ia mencoba untuk mengulur-ngulur waktu melawan Mukade.

"Apa kalian baik-baik saja?" tanya seorang warga ke warga lainnya yang terkena reruntuhan gedung akibat serangan jarak jauh Mukade.

"Hyaa!! Rasakan ini!!!" Naruto terus bertarung bersama bunshin yang masing-masing membawa rasengan.
"Sekali lagi! Kage Bunshin no Jutsu!" Meskipun terjatuh, Naruto kembali mencoba.

Melihat perjuangan Naruto, Sara kembali bersemangat dan kembali mencoba membuka pintu.
"Tolong!! Terbukalah!!" Teriak Sara.
"Tolong ..." sara bahkan sampai menangis.
Saat itulah, tiba-tiba mengalir suatu chakra berwarna ungu di pedang yang ia bawa. Pedang itu kemudian mengarahkan chakranya ke sesuatu mirip lubang kinci di pintu.
Set ...
Sara kemudian menusukan pedangnya dan chakra mengalir di pintu.

"Aah ..." sara berusaha sekuat tenaga menusukan pedangnya.
"Semuanya, ayo kita bantu!!" Teriak sarai ke para warga dan merekapun membantu.
"Semuanya ..." sara tampak terkejut.
"Ayo semuanya, kerahkan semua kekuatan kalian!"
"Hyaaaa ..."

Semuanya berjuang, tetesan darah bahkan sampai mengalir dari genggaman Ratu sara ...
"AAhh!!!"

Cahaya ungu keluar dari pintu. Dan perlahan, pintu yang terdiri dari beberapa lapis itu terbuka.
"Kita selamat!!!" para warga berteriak gembira.
"Ayo semuanya! Masuk ke dalam!!"
"Ayo cepat!!"
Semua warga masuk ke dalam, namun tidak dengan Sara.
"ratu Sara??"
Sara memilih untuk ikut berjuang bersama dengan Naruto dan yang lainnya.
"Masih ada yang harus ku lakukan ..." Ucap Sara.

Naruto berusaha menghentikan Mukade dengan cara mencengkram ekornya. Namun tentu saja, hal itu tak berguna mengingat tubuh Mukade yang jauh lebih besar darinya. Dengan mudah, Mukade menghempaskan tubuh Naruto ke Menara hingga akhirnya terjatuh ke dasar.
"Naruto!" Sara datang menghampiri Naruto.
"Sial ..." Naruto mencoba untuk bangun.
"Semua orang telah dievakuasi ke Taman"
"Bagus ..." Naruto sedikit lega.



"Akhirnya kau datang, Saaraa!!!" Mukade merangkak ke tembok mendekat ke sang Ratu.

"Kekuatan Anrokuzan tak akan habis sebelum kita menghentikan Ryuumyaku ...
Jadi, aku akan menghentikannya!" Ucap Sara.
"Ya, aku mengandalkanmu" Naruto percaya.
"Ya .." Sarapun berlari menuju suatu tempat sementara Naruto masih tetap berada di sana.
"Aku akan menahannya! Taju Kage Bunshin no Jutsu!!" Naruto kembali menyerang. Ia mengeluarkan banyak bayang yang masing-masing dari mereka menahan kaki Mukade.
"Hyaaaa!!!!" Sementara itu, Naruto asli dan satu bunshinnya bergerak dari ujung ekor si Monster sambil membawa rasengan.
"Kau anak nakal kurang ajar!!!!! Hyaaa!!!" Mukade memancarkan begitu banyak chakra ungu hingga Boftt, banyak bunshin Naruto menghilang.
"Hah hah ..." Naruto semakin kewalahan. Namun tetap, ia terus mencoba. Naruto kembali mengeluarkan beberapa bayangan namun, Boftt ...
Beberapa bayangan Naruto bahkan menghilang sebelum bertarung. kenapa? Apa Naruto telah kehabisan banyak chakra?
"Ini belum berakhir!!!" Dengan sedikit bayangan yang tersisa, Naruto kembali menyerang.

"Ryuumyaku ryuka no!!" Mukade menembakan laser ungu raksasa dari mulutnya.
Boftt Boft Boft ...
Usaha Naruto kembali gagal.

"Chakra yang sangat besar ...
Tapi, aku tak bisa membiarkannya melewati ini" Dengan susah payah, Naruto mencoba bangun dan kemudian mengeluarkan dua Bunshin.

....................

Sementara itu di tempat Sara, ia telah sampai di sebuah Ruangan dan menutup pintu masuknya.
Dimana? Ruang itu tak lain adalah tempat dimana Naruto terhisap masuk ke masa lalu. Sebuah ruang luas berbentuk lingkaran yang di tengahnya terdapat jurang chakra dengan sebuah tempat segel di tengah-tengahnya lagi yang dihubungkan oleh jembatan.
"Aku akan menghentikan Ryuumyaku!"

....................

"hanya itu jalan satu-satunya!" Ucap Naruto ke dua bunshinnya.
"Yaah!!" Mereka berduapun bersiap membentuk Rasengan shuriken.
"Baiklah!! Hyaaa!!!" Naruto meloncat jauh ke atas Mukade.
"Fuuton : Rasen Shuriken!!! Makan ini!!!"
"Apa?" Naruto kaget, Mukade benar-benar memakannya, Mukade menghisap rasengan Naruto dengan mulutnya.

JBUAGGHHHH!!!!!!
Mukade menghantam tubuh Naruto hingga terhempas ke Ruang tempat Sara berada.
"Naruto!" Ucap kaget Sara yang langsung menghadap ke belakang.
Naruto rebah di jembatan menuju tempat segel Ryuumyaku.
"Ada apa bajingan Konoha!?" Mukade juga telah masuk ke Ruang tersebut.
"Sial, aku tak punya cukup chakra ..." Naruto kembali berdiri.
"Apa hanya segitu kemampuanmu? Matilah kau!!!!!"
Betsss ...
Minato muncul dan langsung menyelamatkan Naruto.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Minato ke sang anak.
"Aku akan membuka kelemahannya. setelah itu, hajar dia dengan Rasenganmu!" Lanjutnya.
"Tidak ada gunanya, chakraku hampir habis" Ucap Naruto.
"Aku akan memberimu chakraku"
"Eh? Itu mustahil ...
Rasengan adalah teknik yang diciptakan Hokage keempat, hanya Petapa genit dan aku yang bisa menggunakannya"
"Aku juga bisa menggunakannya" Minato tersenyum.
"Ayo, ulurkan tanganmu ..."
"Baik" Naruto menuruti perintah Minato, ia mengulurkan tangan dan Minato membuat Rasengan.
"!" Naruto kaget melihat Minato bisa.

"Jadi kau masih punya sisa chakra?" Ucap Mukade.
"Eh?" tak mau buang-buang waktu Sara berlari menuju tempat segel.

Minato telah selesai membuat Rasengan untuk Naruto dan kini ia membuat untuk dirinya sendiri.
"Rasengan?? Apa yang terjadi?" rasengan yang dibawa Naruto membesar begitu pula dengan yang dibawa Minato. Kemudian, keduanya bergabung.
"Jenis chakra yang sama akan beresonansi saat mereka berdekatan ...
Dan ketika kedua chakra digabungkan, Rasengan kuat akan terbentuk"
"Apa ini!?" Rasengan Minato dan naruto bergabung menjadi rasengan raksasa yang bergelombang bagai badai.
"Ini, ini adalah Super Rasengan legendaris!"

"Jutsu apa itu?" Mukade bertanya-tanya.
"Mungkin aku akan membunuh kalian dulu sebelum membunuh Sara"
JBLARRRR!!! Chakra dari ujung menara mengalir ke tubuh Mukade.
"Izinkan aku menunjukan kekuatanku yang sesungguhnya!" Chakra laser berkumpul di perut Mukade dan bersiap untuk menembak.
"Ryuumyaku : Chou Gouryuuka no Jutsu!!!" Tembakan itupun melesat kearah Naruto.
Jbuaggggh!!!
Tepat sasaran?

"Hah!?" Sara yang dalam proses pensegelan terlihat kaget saat mendengar ledakan yang menghantam Naruto. Namun, ia tetap melanjutkan penyegelan.

"Hah?" Asap yang mengepul perlahan menghilang dan ternyata Naruto dan Minato tak berada di sana.
Di belakang, Minato berlari ke arah Mukade, meloncat dan kemudian menyerang :
"Shuriken Kage Bunshin no jutsu!!!" Ribuan Shuriken menghujam tepat di tengah tubuh Mukade tempat kelemahannya berada.

Seet ...
Sementara itu, proses segel telah berhasil dan Ryuumyaku tertutup. Dan, chakra ungu yang mengelilingi ruanganpun menghilang. Bukan hanya itu, seluruh chakra Ryuumyaku menghilang bahkan chakra yang melapisi tubuh Mukade hingga ia tak mampu meregenerasi tubuhnya.

"Naruto! kelemahannya ada disana!" Minato menunjuk bagian jantung Mukade yang disana terdapat tubuh Mukade kecil yang menjadi pengendali.
"Sialan!!!" Umpat Mukade kecil.
"Naruto, sisanya ku serahkan padamu!!" Minato meloncat menjauh.
"Serahkan padaku!!!" Naruto berlari dengan super rasengan di tangan.
Tak tinggal diam, Mukade mencoba tuk menghalangi namun tetap saja, Rasengan Naruto jauh lebih kuat dari laser yang ditembakan si Monster.
"Rasakan ini, super rasengan!!!!!!"
"Sial!!!" Mukade coba menahan dengan tangan, namun tangan itu ikut terlahap dalam ganasnya Rasengan Naruto.
JBRUAKKKK!!!
Naruto menembus tubuh Mukade.

"Lima Negeri besar Shinobi, sejarah seharusnya menjadi milikku! Aku tak seharusnya mati seperti ini! Kalian juga, kalian akan mati bersamaku dan Ryuumyaku!!!" Ucap Mukade sebelum akhirnya tubuhnya meledak dan sebagian jatuh ke dalam jurang Ryuumyaku.
Dhuarrrr!!!!
Jatuhnya tubuh Mukade membuat Ryuumyaku tak stabil.
"Ini sangat buruk ...
Ryuumyaku akan benar-benar meledak"
"Sara!!! Cepat lari!" Teriak Naruto ke sara sambil berlari di atas jembatan yang perlahan mulai runtuh.
"Aakkh!!!" Sara hampir jatuh namun Naruto memegang tangannya.
"Aku tak akan membiarkanmu ...
Huaaahh" Tempat yang dipijak Naruto juga telah retak dan hancur.

"Mokuton!!!!" saat itulah, kayu Yamato menyelamatkan mereka semua.
Yamato tak sendiri, ia juga mengajak Kakashi kecil.
"Kapten Yamato!!" Sapa Naruto yang kini telah aman di tengah Ruangan.
"Semuanya?" Ternyata para warga juga ada di sana, termasuk Chouza dan Shibi.

"Aku berhasil" Ucap Yamato.
"Kunai yang kuberikan padamu, Ayo kita segel Ryuumyaku secara keseluruhan" Ucap Minato.
"Ini" Naruto menyerahkan Kunai yang diberi oleh Minato.

"Fuin!!!" Minato menancapkan Kunainya ke segel Ryuumyaku. Dengan ini, bukan hanya terhenti, Ryuumyaku juga benar-benar telah tersegel.

Perlahan, Chakra Ryuumyaku yang sempat berubah warna menjadi merah gelap berubah menjadi hijau dan kemudian menghilang. Bukan hanya itu, Ruangan yang sempat menunjukan tanda-tanda akan runtuhpun berhenti mengalami retakan.

"Apa?" Tubuh Naruto dan Yamato dilapisi cahaya.
"Ketika Anrokuzan mati, segelnya akan kembali normal. Jadi, waktu juga telah normal kembali" Jelas Minato.
"Dengan kata lain, saatnya bagi kalian untuk kembali ke masa kalian" Minato mendekat ke Naruto.
"Kakashi, kau telah melakukan misimu dengan baik"
"Kakashi sensei???" Naruto kaget melihat Kakashi yang masih kecil.

"Aku menyelamatkan orang Konoha ini juga! Dia bermalas-malasan di depan Rouran ..." Ucap Kakashi cuek sambil menunjuk Yamato.
Bletakkk!!
Yamato menjitak kepala Kakashi.
"Kenapa kau memukulku!?"
"yaah, karena kau selalu menggangguku, kau tahu? Rasakan itu"
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda" Yamato menundukan kepala ke Minato.
"Huh?" naruto semakin kaget.
"Kapten Yamato, apa orang ini ..."
"Waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal" Potong Minato.
"Apa ini waktunya untuk berpisah?" Tanya Sara ke Naruto.
"Mm, yah .." Naruto tersenyum.
"Sara, kau telah melakukan apa yang seharusnya kau lakukan, kau telah menjadi Ratu yang hebat! Kau akan baik-baik saja tanpa kami di sampingmu!"
"Naruto, aku tak akan pernah melupakanmu!" ucap Sara.
"Tidak, lebih baik kita menghapus ingatan kita agar Sejarah tidak berubah" Ucap Minato.
"Tu-Tunggu dulu!" Potong Naruto.
"Sebelum itu, tadi kau bilang kita akan ngobrol kan?" Ucap Naruto ke Minato.
"Ya, tapi tidak sekarang" ucap Minato sambil menyiapkan segel tangan.
"Aku yakin, suatu hari nanti kita akan bertemu lagi" Lanjutnya.
"Tapi itu tidak mungkin! Ayolah, kau bilang ingin memberitahuku sesuatu kan? Kalau bukan sekarang, tak akan ada lagi kesempatan kedua"
"Suatu hari nanti, kau pasti akan tahu" hanya itu yang bisa dijelaskan oleh Minato.

"Metsu!" Proses penghilangan ingatan telah dimulai dan segelpun muncul di Lantai.

"Kalau nanti aku punya anak, aku harap dia akan menjadi seorang Shinobi sepertimu" Minato tersenyum ke arah Naruto.

"Naruto! Rouran mungkin memang tinggal reruntuhan seperti yang kau bilang ...
Tapi, aku punya rakyat rouran yang akan selalu bersamaku! Aku akan melakukan yang terbaik untuk mereka! Itu yang kau ajarkan padaku, Naruto!"
"Yaah! Jika kau punya tekad yang kuat, kau pasti akan dapat melakukanya!" Ucap Naruto dan akhirnya menghilang.

"Naruto! Naruto!!" Sebuah Suara memanggil.
Ya, Sakura yang dibawa terbang burung Sai berteriak khawatir melihat ke arah chakra Ungu yang melahap Naruto dan yamato.
"..." Sakura terdiam setelah tiba-tina chakra itu menghilang dan naruto bersama dengan yamato tampak pingsan di bawah.

"Kau tidak apa-apa?" sakura dan sai telah ada di bawah.
"Kapten Yamato!"
"Apa yang terjadi?" Perlahan, Naruto dan Yamato telah sadar.
"Aah, aku tak ingat apapun" Naruto memegangi kepalanya.
"Aah, apa yang sebenarnya terjadi?" Mereka semakin kaget setelah melihat segel Ryuunyaku telah kembali seperti semula.

....................

Setelahnya, dengan masih rada bingung, mereka keluar.
"Mukade masih belum ditemukan ya?" ucap Naruto tak tahu.
Buuk ..
Naruto menabrak sakura yang berhenti secara tiba-tiba.
"Aah, kenapa berhenti secara tiba-tiba!?"
"Hah?" Naruto kaget, seorang wanita mendekati mereka, seorang wanita yang sangat mirip dengan Sara.
"Aku sedang lewat dan merasakan gangguan di Ryuumyaku, jadi aku datang untuk melihat" Ucap gadis itu.
"Gangguan?"
"Ibuku adalah seorang Ratu yang mengatur segala hal di Rouran ini, jadi jika aku menggunakan ini, aku bisa merasakan sedikit getaran dari Ryuumyaku..." Gadis itu mengeluarkan sebuah senjata.
"Hah?" naruto kaget karena pedang yang ia bawa sangat mirip dengan pisau chakranya, hanya saja tampak telah tua.
"Apa?" naruto mencoba tuk mencari-cari pisau chakranya, tapi tidak ada.
"Itu, apa itu pisau chakra Konoha?" Ucap Naruto ke si gadis.
"Ini harta warisan ibuku...
Dia bilang, ini diberikan padanya oleh seorang pahlawan di dalam mimpi" Jelasnya.
"Ibumu?"
"Ya, Kota Rouran lenyap dalam perang ...
Tetapi, semua orang selamat karena ibuku ...
Aku akan mewarisi tekad ibuku dan akan terus hidup bersama dengan semuanya ..."
"..." Naruto hanya terdiam.
"Maaf telah mengganggu" Anak Sara membungkukan badan.
"Ti-tidak masalah .." Naruto sedikit ingat akan sesuatu.
"Sampai jumpa .." gadis itu berpamitan dan pergi.

"Kenapa ya? Aku seperti pernah bertemu dengannya sebelumnya ..."
"Apa yang sedang kau pikirkan Naruto!? Dasar cabul!" Sakura menjewer telinga Naruto karena mengira ia berpikir yang bukan-bukan.
"Bu-Bukan begitu"
"Kau pasti bermimpi yang bukan-bukan saat kau pingsan!"
"Aku tak bermimpi seperti itu! Ini lebih mirip seperti mimpi yang indah"
"Aah, jadi memang mimpi yang bukan-bukan ya ..."
"Hei percayalah! Itu hanya mimpi yang indah!!"
"Itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan!"
"Itu yang sebenarnya, sakura-chan!!"

-The End-

Posted By : #uchiha^madara

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.